Kamis, 12 Januari 2023 bertempat di Balai RW 2 Kelurahan Kramat Selatan dilaksanakan Pertemuan Kelompok KPM PKH yang diikuti 20 KPM dengan materi tentang peningkatan kesejahteraan lansia.

Pertemuan kelompok merupakan agenda rutin dalam rangka membangun komitmen dan penguatan KPM menuju KPM yang mandiri dan bertanggung jawab. Hadir dalam acara lansia anggota KPM dan melaksanakan senam lansia bersama.

Lansia merupakan salah satu komponen penerima bantuan sosial dalam Program Keluarga Harapan (PKH). Lansia yang berusia 60 tahun ke atas dan berada dalam KPM akan menerima bantuan sosial sebesar 600.000 (enam ratus ribu rupiah) pertahap atau per triwulan.

Menurut tinjauan psikologi, disebutkan bahwa lansia adalah orang yang berumur 60 tahun ke atas di bagi menjadi tiga bagian yaitu usia lanjut dengan kisaran umur 60-74, usia tua dengan kisaran umur 75-89 tahun, dan usia sangat lanjut di atas 90 tahun.

Lansia adalah periode dimana organisme telah mencapai masa keemasan atau kejayaannya dalam ukuran, fungsi, dan juga beberapa telah menunjukkan kemundurannya sejalan dengan berjalannya waktu.

Tugas Pendamping PKH salah satunya meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pendampingan lansia sebagai salah satu komponen penerima bantuan PKH. Salah satu aktivitas fisik yang cukup antara lain kebugaran lansia.

Selanjutnya masa tua berarti mengalami kemunduran secara fisik maupun psikis, kemunduran fisik ditandai dengan kulit yang mengendor, rambut memutih, penurunan pendengaran,penglihatan memburuk, gerakan lambat, kelainan berbagai fungsi organ vital, sensitivitas emosional meningkat dan kurang gairah.

Aktivitas fisik yang cukup dapat membantu menguatkan jantung, jantung yang lebih kuat tentu dapat memompa lebih banyak darah dengan hanya sedikit usaha. Aktivitas fisik ini terdiri dari aktivitas sehari-hari yang dikerjakan dan kegiatan olahraga ringan, contohnya dengan senam lansia.

Senam lansia memiliki dampak positif terhadap peningkatan fungsi organ tubuh juga berpengaruh dalam meningkatkan imunitas dalam tubuh manusia. Tingkat kebugaran dievaluasi dengan mengawasi kecepatan denyut nadi sewaktu istirahat, sehingga lebih bugar, kecepatan denyut jantung sewaktu istirahat harus menurun.

Pendamping PKH mendorong aktivitas ini dapat terus digiatkan tidak hanya pada saat pertemuan kelompok, namun dalam aktivitas sehari-hari dalam mewujukan lansia di Kota Magelang yang Sehat dan Bahagia.

(Meutia Aviva Pratiwi, S.Psi / Pendamping PKH)
(Dwi Ambar Pratiknyo,S.Sos.,MPSSp / Penyuluh Sosial Ahli Muda)